22 Siswa MTs Negeri 2 Kisaran Dirawat Akibat Dugaan Keracunan MBG

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 20:19 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASAHAN |  Sebanyak 22 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (14/9/2026). Menu MBG tersebut diketahui merupakan sajian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Asahan dan dibagikan kepada para siswa dari beberapa kelas berbeda.

Menurut Wakil Bupati Asahan, Rianto, para siswa mulai mengeluh pusing, muntah, dan mual sesaat setelah mengonsumsi makan siang yang diduga kurang steril. Pemeriksaan di lokasi menemukan sejumlah ompreng makanan mengeluarkan bau tidak sedap. “Memang makanannya diduga kurang steril, agak bau,” kata Rianto saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).

Dari total 22 siswa yang menjadi korban, sebanyak 19 siswa saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Kisaran, sedangkan tiga lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Wira Husada. Rianto menegaskan kondisi semua korban mulai membaik dan biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung pemerintah kabupaten. “Kami tadi juga sudah sampaikan ke orang tua untuk biaya pengobatan tidak perlu khawatir. Kami yang menanggung semuanya,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) Asahan memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh operasional dapur SPPG Polres Asahan hingga hasil investigasi dan uji laboratorium rampung. Dapur SPPG dinyatakan tidak boleh beroperasi untuk sementara waktu dan distribusi makanan kepada penerima manfaat dihentikan. “Saat ini dalam kondisi investigasi. Kami menunggu hasil laboratorium dan perbaikan yang harus dipenuhi SPPG,” ujar Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Asahan, Adiatma Arif Harahap.

Adiatma menjelaskan bahwa kendati SPPG berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari, seluruh operasional dapur serta penyajian MBG tetap berada dalam pengawasan langsung tim khusus dari BGN, terdiri atas ASN, akuntan, dan ahli gizi. Ia juga menegaskan langkah penghentian sementara tetap diberlakukan hingga seluruh proses evaluasi dipenuhi.

Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Adi Darma Pramudita menolak memberikan keterangan ketika dimintai konfirmasi oleh wartawan usai mendampingi korban di RSUD Kisaran. Pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan BGN masih terus menelusuri faktor penyebab utama dugaan keracunan ini untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Kapolres Batu Bara Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Kabupaten Asahan
Maruli Siahaan Hadiri Syukuran Rumah Baru Keluarga Bongguk Siahaan di Helvetia, Sampaikan Pesan Kebersamaan dan Iman

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Sabu 1 Kilo Gagal Beredar, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Babat Habis Pelaku Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Data Litmas terhadap 18 WBP yang Diusulkan Mendapatkan Pembebasan Bersyarat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:53 WIB

MotoGP Mandalika Usai, Polisi Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Lembar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Jaga Kesehatan Warga Binaan, Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Polres Batu Bara Gelar Pengajian dan Santuni 20 Anak Yatim dan Piatu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Polisi Sahabat Anak: 69 Siswa TK Taman Cahaya Kunjungi Sat Lantas Polres Pematangsiantar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Razia Gabungan PKB di Pematangsiantar, Puluhan Kendaraan Diteliti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Gelar Rapat Koordinasi Bersama Perusahaan Otobus, Bahas Layanan dan Keselamatan Angkutan Umum

Berita Terbaru