Medan Baranewssumut.com
Setelah menghadiri dua agenda gereja di wilayah Kota Medan, Kombes. Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., selaku Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Dapil Sumatera Utara I sekaligus Pemerhati HKBP, kembali melanjutkan rangkaian silaturahmi dengan menghadiri Pesta Parheheon Ama HKBP Griya Martubung Ressort Medan Martubung, Distrik XXXI Medan Utara. Sebelumnya, Dr. Maruli Siahaan menghadiri Pesta Transformasi, Ulang Tahun ke-63 dan Pesta Puncak Parheheon Parompuan HKBP Dame Ressort Dame, serta Pesta Puncak Gotilon dan Ulang Tahun ke-70 HKBP Sei Putih Medan.
Kegiatan Pesta Parheheon Ama tersebut digelar di Gereja HKBP Griya Martubung, Jalan Tempirai Sejati Blok VI Raya Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Minggu 06 September 2026. Acara berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat pelayanan. Kehadiran Dr. Maruli Siahaan menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi sekaligus bentuk perhatian terhadap kehidupan persekutuan dan pelayanan gereja di tengah masyarakat.
Kedatangan Dr. Maruli Siahaan disambut hangat oleh jajaran pimpinan gereja, panitia, serta jemaat HKBP Griya Martubung. Kehadiran tersebut dinilai menjadi bentuk nyata perhatian dan kepedulian terhadap berbagai kegiatan pelayanan gereja, khususnya dalam mendukung persekutuan, pembinaan iman, serta penguatan peran kaum Ama atau kaum bapak dalam kehidupan keluarga dan gereja. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., Praeses HKBP Distrik XXXI Medan Utara Pdt. Martin Manullang, M.Th., M.M., Pendeta HKBP Ressort Griya Martubung Pdt. Janti Hutauruk, tokoh HKBP Sabam Parulian Manalu, S.E., M.AP., serta Ketua Panitia Derlan Batubara.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Maruli Siahaan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesta Parheheon Ama HKBP Griya Martubung. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum perayaan bersama, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat iman, kebersamaan, persaudaraan, serta tanggung jawab kaum bapak dalam kehidupan keluarga dan pelayanan gereja. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui parheheon diharapkan dapat terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Maruli Siahaan menekankan bahwa kaum Ama memiliki peranan penting dalam membangun keluarga yang kokoh dan menjadi teladan bagi anak-anak serta generasi muda. Karena itu, semangat parheheon diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian acara berakhir, melainkan terus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan keluarga, serta kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, keluarga yang kuat dan kehidupan jemaat yang saling mendukung akan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Parheheon bukan sekadar sebuah perayaan, tetapi momentum untuk membangkitkan kembali semangat pelayanan. Kaum Ama memiliki peran penting dalam keluarga dan gereja. Kiranya melalui kegiatan ini, kita semakin dikuatkan untuk menjadi teladan, mempererat persaudaraan, dan memberikan yang terbaik bagi gereja serta masyarakat,” ujar Dr. Maruli Siahaan.
Sebagai ungkapan terima kasih atas kehadiran, perhatian, dan dukungan yang telah diberikan, pihak gereja dan panitia kemudian menyerahkan cenderamata berupa lukisan bergambar Dr. Maruli Siahaan. Pemberian cenderamata tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sukacita. Lukisan tersebut menjadi simbol penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih dari jemaat atas perhatian Dr. Maruli Siahaan yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan dan pelayanan gereja HKBP.
Rangkaian kunjungan Dr. Maruli Siahaan ke berbagai agenda gereja tersebut mencerminkan perhatian dan kepeduliannya terhadap kehidupan gereja di tengah masyarakat. Sebagai Anggota DPR RI sekaligus Pemerhati HKBP, ia terus mendorong agar gereja tidak hanya menjadi tempat bertumbuh dalam iman, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, mempererat persaudaraan, memperkuat keluarga, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui silaturahmi dan kehadiran secara langsung di tengah jemaat, semangat kebersamaan dan pelayanan diharapkan semakin kuat serta memberikan manfaat bagi kehidupan gereja dan masyarakat.
(Harianto Siahaan)





























