SIMALUNGUN | Kebakaran besar melanda pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Kamis, 3 September 2026. Hingga sore hari, kobaran api belum dapat sepenuhnya dikendalikan meski puluhan armada pemadam kebakaran dikerahkan.
Kepala Pelaksana BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, menjelaskan pihaknya menerima laporan awal sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, sejumlah tim pemadam dari kecamatan terdekat langsung bergerak menuju lokasi. BPBD Simalungun mengerahkan empat armada dengan kekuatan 32 personel. Pemadaman juga mendapat dukungan lima unit mobil dari pengelola KEK Sei Mangkei serta tambahan dari Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Batubara, sehingga total sekitar 21 unit armada diterjunkan untuk memadamkan api.

Meski seluruh kekuatan pemadam sudah dikerahkan, proses pemadaman hingga Kamis sore masih berlangsung. Budiman mengakui sejumlah kendala dihadapi di lapangan, namun seluruh personel berupaya maksimal mengendalikan situasi.
Informasi awal yang dihimpun BPBD Simalungun menyebut ada tiga orang yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan pasti mengenai jumlah korban luka maupun nasib para pekerja yang berada di area pabrik. Budiman menyatakan pihaknya masih menunggu data resmi dari manajemen perusahaan dan instansi terkait.

Di tengah upaya penanggulangan kebakaran, BPBD Simalungun juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lainnya, terutama mengingat cuaca ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap ancaman kebakaran, banjir, maupun longsor yang mungkin terjadi.

Terkait penyebab kebakaran, Budiman menegaskan tim gabungan bersama kepolisian dan pihak perusahaan masih melakukan penyelidikan. Belum ada dugaan pasti mengenai sumber api yang menyebabkan kebakaran pabrik sabun tersebut.
Hingga Kamis malam, proses evaluasi dan pemadaman masih berlangsung dengan harapan api segera dapat dijinakkan dan situasi kembali kondusif. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya memprioritaskan penyelamatan jiwa dan aset serta menunggu hasil investigasi sebagai dasar penanganan lebih lanjut. (*)





























