BaraNews.Com-Tanjung, 03 September 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengajian bagi warga binaan wanita yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, Kamis (3/9).

Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut diisi dengan ceramah keagamaan, tadarus Al-Qur’an, serta konsultasi keagamaan bersama Ustadzah Erni Muliati. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Rutan Tanjung dalam memenuhi kebutuhan spiritual warga binaan sekaligus memberikan penguatan mental selama menjalani masa pembinaan.

Dalam ceramahnya, Ustadzah Erni Muliati mengajak warga binaan wanita untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik.
Masa pembinaan ini hendaknya tidak hanya dilalui sebagai sebuah proses menjalani hukuman, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Erni.
Selain ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti secara bersama-sama oleh warga binaan wanita. Tadarus diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memberikan ketenangan batin, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pengajian semakin interaktif melalui sesi konsultasi keagamaan. Warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, permasalahan, maupun hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan secara langsung kepada Ustadzah Erni Muliati.
Salah seorang warga binaan wanita, Yuli, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian tidak hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga memberikan ketenangan dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena masih diberikan kesempatan untuk belajar agama dan mendapatkan nasihat. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk memperbaiki diri. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ungkap Yuli.
Sementara itu, petugas wanita Rutan Tanjung, Wahyu Nisa Shaleha, menilai kegiatan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan secara menyeluruh.
“Kami melihat kegiatan keagamaan seperti ini sangat positif bagi warga binaan. Selain menambah pemahaman agama, kegiatan ini juga membantu memberikan ketenangan, motivasi, dan penguatan mental. Kami berharap warga binaan dapat mengambil nilai-nilai yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Wahyu.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Tanjung berharap warga binaan wanita dapat menjalani masa pembinaan dengan baik sekaligus memperoleh bekal spiritual, mental, dan moral yang lebih kuat.
Pembinaan tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari proses perubahan diri sehingga warga binaan nantinya siap kembali ke tengah keluarga dan masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik, Pungkasnya.
(***)





























