MEDAN, –
Lonjakan harga bahan pokok kembali menjepit perekonomian warga Kota Medan.
Harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp 50.000 per kilogram pada Minggu (30/8/2026).
Kenaikan yang terjadi secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir ini memicu keprihatinan mendalam dan keluhan meluas dari masyarakat.
Sebelumnya, harga ayam potong masih berada di kisaran normal Rp 28.000 per kg. Namun, tren kenaikan mulai merambat ke angka Rp 32.000 per kg, lalu naik lagi menjadi Rp 34.000 per kg pada pekan lalu, hingga akhirnya melaju kencang mencapai Rp 50.000 per kg dan bertahan hingga hari ini.
Sejumlah pedagang mensinyalir pergerakan naik harga ayam buras yang tak terkendali ini terjadi sejak dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga memicu peningkatan permintaan pasar secara signifikan di tingkat produsen.
Kondisi ini kian memberatkan warga karena selama ini komoditas ayam potong menjadi alternatif utama protein harian di kala harga ikan di pasaran masih melonjak tinggi.
Kini, di tengah daya beli masyarakat yang sedang lemah, melambungnya harga ayam semakin mempersempit pilihan konsumsi keluarga.
”Sekarang ini apa-apa mahal,” keluh Abel, salah seorang warga Medan, saat ditemui di pasar.
Masyarakat berharap lonjakan harga ini segera menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pusat untuk melakukan langkah intervensi pasar, menstabilkan pasokan, serta menjaga keterjangkauan harga pangan bagi warga kecil.(red)





























