Dari wartawan senior hingga nakhoda IMO Sumut: membangun organisasi di tengah pertarungan kecepatan dan kredibilitas media digital
MEDAN — Ada satu kata yang berulang dalam perjalanan H.A. Nuar Erde memimpin Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara: konsolidasi.
Bukan tanpa alasan. Dunia media online bergerak sangat cepat. Setiap detik melahirkan informasi baru, sementara batas antara fakta, opini, unggahan media sosial dan berita jurnalistik semakin mudah kabur.
Di tengah situasi itu, Nuar Erde memilih membangun organisasi melalui komunikasi, silaturahmi dan penguatan profesionalisme.
Pada Musyawarah Wilayah II IMO Indonesia Sumut di Hotel Madani Medan, 30 Agustus 2023, Nuar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW IMO Indonesia Sumut periode 2023–2028.
Keputusan itu menempatkannya sebagai nakhoda organisasi yang berhadapan langsung dengan perubahan besar industri pers digital.
Di Mata Wartawan Senior
Bagi generasi wartawan yang lebih dahulu menjalani dunia pers sebelum era portal berita, keberadaan organisasi media online memiliki tantangan tersendiri: teknologi boleh berubah, tetapi prinsip jurnalistik tidak boleh ikut berubah.
Dalam silaturahmi IMO Sumut dengan wartawan senior H. Sofyan pada momentum HPN 2025, pesan yang mengemuka adalah pentingnya wartawan terus membenahi diri, menjaga profesionalisme dan menyampaikan informasi yang benar.
Bagi Nuar, pertemuan dengan tokoh pers senior bukan sekadar agenda organisasi. Itu menjadi semacam ruang belajar—mempertemukan pengalaman jurnalistik masa lalu dengan tantangan media digital hari ini.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa Nuar tidak menempatkan generasi senior sebagai masa lalu. Sebaliknya, pengalaman mereka dipandang sebagai modal untuk membangun pers digital yang lebih matang.
Di Mata Dunia Pendidikan
Ada sisi lain Nuar Erde yang jarang terlihat ketika namanya disebut sebagai ketua organisasi media: perhatian terhadap regenerasi jurnalis.
Pada 2024, DPW IMO Indonesia Sumut diminta membantu membimbing kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SMAN 6 Medan. Nuar menyatakan kesiapan memberikan materi kepada siswa yang mengikuti program jurnalistik.
Ini bukan sekadar aktivitas tambahan.
Bagi dunia pendidikan, literasi jurnalistik penting karena generasi muda hidup di tengah banjir informasi. Mereka bukan hanya menjadi konsumen berita, tetapi juga dapat menjadi produsen informasi melalui media sosial.
Karena itu, mengenalkan proses jurnalistik—mulai dari mencari informasi, melakukan verifikasi hingga menulis—menjadi bagian penting dalam membangun budaya informasi yang sehat.
Di Mata Pemerintahan dan Institusi Publik
Hubungan IMO Sumut dengan institusi publik juga menunjukkan pola komunikasi yang dibangun Nuar.
Pada Mei 2025, misalnya, pengurus IMO Sumut melakukan silaturahmi dengan MUI Sumatera Utara. Pertemuan itu membahas persoalan publik yang sedang menjadi perhatian, termasuk fenomena “Kampung Kasih Sayang”. Rombongan IMO Sumut diterima sejumlah pimpinan dan pengurus MUI Sumut.
Di sini terlihat fungsi media yang ingin dibangun Nuar: bukan sekadar menerima informasi, tetapi mendatangi sumber yang memiliki kompetensi untuk memperoleh penjelasan.
Pendekatan serupa terlihat pada forum temu pers Polrestabes Medan, Mei 2026. Nuar hadir sebagai narasumber dan menekankan pentingnya verifikasi informasi, terutama informasi yang berasal dari media sosial.
Ia mengingatkan bahwa konten media sosial tidak otomatis dapat dijadikan produk jurnalistik tanpa proses pemeriksaan.
Pesan itu sederhana, tetapi penting: viral belum tentu benar.
Di Mata Pengelola Media
Bagi pengelola media online, persoalan organisasi bukan hanya soal siapa ketuanya.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi mampu menjaga kekompakan para anggotanya ketika setiap media juga berhadapan dengan kompetisi bisnis, trafik pembaca dan tuntutan kecepatan berita.
Pada 2026, Nuar beberapa kali memimpin rapat konsolidasi dan revitalisasi kepengurusan IMO Sumut. Dalam forum tersebut, ia menekankan kekompakan, profesionalisme dan penguatan struktur organisasi.
Langkah itu memperlihatkan bahwa Nuar menyadari organisasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan nama besar. Ia harus terus dirawat melalui komunikasi internal.
Di Mata Dunia Usaha
Hubungan dengan dunia usaha juga menjadi bagian dari perjalanan IMO Sumut.
Pada 2023, pengurus IMO Sumut yang dipimpin Nuar melakukan audiensi dengan Handoko Hardjono, pengusaha media dan periklanan. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk membangun kerja sama demi kemajuan bersama.
Bagi organisasi media, hubungan seperti ini penting karena pers juga merupakan bagian dari ekosistem industri. Media membutuhkan profesionalisme jurnalistik sekaligus model keberlanjutan ekonomi agar perusahaan pers dapat bertahan.
Nuar dan Ujian Terbesarnya
Namun, profil seorang ketua organisasi media tidak boleh berhenti pada daftar kegiatan.
Ujian sesungguhnya justru berada di wilayah yang lebih sulit: kredibilitas.
Ketika media sosial bergerak lebih cepat daripada proses jurnalistik, wartawan dituntut mampu menahan diri. Ketika sebuah informasi viral, media harus memeriksa. Ketika sebuah tudingan menarik perhatian publik, media harus mencari konfirmasi.
Dan ketika berita berpotensi menguntungkan trafik tetapi belum terverifikasi, profesionalisme wartawan diuji.
Karena itulah pesan Nuar mengenai verifikasi informasi menjadi penting. Ia menempatkan proses pemeriksaan fakta sebagai bagian dari tanggung jawab media, bukan sekadar formalitas jurnalistik.(red)





























