MEDAN – Kodam I Bukit Barisan memberikan penjelasan terkait insiden ratusan siswa di Kabupaten Tanah Karo yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, memastikan makanan dikirim dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di area Kodim 0205 Tanah Karo dan dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya.
Sandy mengungkapkan, meski dapur makan tersebut beroperasi di bawah naungan Kodim 0205/Tanah Karo, pengelolaannya dilakukan langsung oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ). Hingga kini, belum dijelaskan secara rinci mekanisme pengelolaan dan distribusi makanan MBG dari dapur itu ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Kodam I Bukit Barisan menyampaikan bahwa begitu insiden terjadi, Komando Distrik Militer 0205 Karo segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk melakukan penanganan bersama. Tim gabungan, termasuk tenaga kesehatan daerah, telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut.
Sandy menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, khususnya dalam aspek distribusi dan keamanan pangan. Upaya ini bertujuan memastikan insiden serupa tidak terulang di Tanah Karo ataupun wilayah lain yang menjalankan program makanan bergizi gratis.
Data terbaru dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebutkan jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan mencapai 353 siswa, tersebar di lima sekolah yang terdiri dari tiga SMA negeri dan dua SMP swasta. Siswa terdampak berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, dan SMA Swasta Bersama. Sampai saat ini, proses penyelidikan serta pemulihan para siswa terus berlanjut di bawah pantauan pemerintah dan pihak TNI. (*)





























