Maruli Siahaan Bersama BPIP Perkuat Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila, Soroti Disintegrasi dan Kesehatan Jiwa Generasi Muda

HARIANTO SIAHAAN

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:02 WIB

50118 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Medan Baraneewssumut.com

Anggota Komisi XIII DPR RI, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Andaliman Hall, Kota Medan, Kamis 6 August 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pancasila Sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa: Menjawab Disintegrasi, Krisis Kepercayaan Publik, dan Tantangan Kesehatan Jiwa Generasi Muda” dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, Maruli Siahaan mengatakan penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Menurutnya, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memahami sekaligus mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap lima sila Pancasila dapat menjadi salah satu fondasi dalam membentuk karakter, moralitas, kedisiplinan, serta semangat juang generasi penerus bangsa. “Kita takut nanti regenerasi muda ini daya juangnya berkurang. Tapi kalau dia betul-betul paham tentang Pancasila, mulai sila pertama sampai sila kelima, di situlah salah satu sarana untuk membangun moralitas kita,” kata Maruli.

Maruli menegaskan kemerdekaan serta kehidupan berbangsa yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan yang harus terus dijaga. Karena itu, penanaman nilai Pancasila menurutnya tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengatakan relawan yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. “Kita undang dari berbagai suku dan lapisan masyarakat supaya mereka nanti menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada sesama dan lingkungan sekitarnya. Harapannya ada perubahan dalam diri, lebih disiplin, dan memahami pentingnya Pancasila,” ujarnya.

Selain persoalan disintegrasi dan krisis kepercayaan publik, Maruli turut menyoroti perkembangan teknologi digital yang dinilainya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari karena telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Namun, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta tetap menjaga rasa kebersamaan, persatuan, dan moralitas. “Digital itu sangat bagus. Tapi jangan sampai karena sibuk menguasai digital, rasa kebersamaan, rasa persatuan, dan moralitas hilang. Jangan juga terbawa arus informasi yang tidak bermanfaat maupun hoaks,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis. Menurut Maruli, teknologi semestinya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan, mendukung proses pembelajaran, meningkatkan produktivitas, serta membuka berbagai peluang positif. Namun, penggunaan teknologi secara berlebihan tanpa kemampuan memilah informasi justru berpotensi membuat seseorang bergantung pada jawaban instan. “Teknologi memang sangat perlu, tetapi harus digunakan secara bijak. Jangan sampai membuat kita tidak lagi terbiasa berpikir kritis karena semua jawaban sudah tersedia,” katanya. Karena itu, penguatan karakter dan nilai Pancasila dinilai penting agar generasi muda mampu memanfaatkan perkembangan digital tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Edi Subowo, menegaskan Pancasila tidak hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman etika dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dapat menciptakan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Ia menjelaskan sila pertama mengajarkan masyarakat untuk menjalankan keyakinannya masing-masing dengan tetap menghormati perbedaan. Sila kedua menekankan pentingnya nilai kemanusiaan melalui sikap saling menghargai dan membantu sesama. “Kalau semua dilandasi nilai-nilai Pancasila, saya yakin kehidupan akan lebih nyaman dan masyarakat lebih tenang. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar bahwa masyarakat Indonesia hidup sesuai keyakinannya masing-masing dengan tetap saling menghormati,” kata Edi.

Edi juga menjelaskan bahwa sila ketiga menjadi salah satu kekuatan utama yang merekatkan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial. Menurutnya, persatuan merupakan modal penting bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan. “Yang menyatukan kita dari Sabang sampai Merauke adalah Pancasila. Karena itulah Indonesia tetap bersatu meskipun memiliki banyak perbedaan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menerangkan sila keempat mengajarkan pentingnya musyawarah dalam mengambil keputusan, sedangkan sila kelima menekankan keadilan berdasarkan hak, kewajiban, serta tanggung jawab setiap individu. “Adil itu tidak berarti harus sama. Adil adalah memberikan sesuai dengan porsi dan tugas masing-masing,” ucapnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dialog interaktif dengan menghadirkan dua narasumber dari Universitas Sumatera Utara. Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, Fernanda Putra Adela, menyampaikan materi mengenai negara hukum, konstitusi, partisipasi warga negara, pentingnya membangun kepercayaan publik, serta penguatan ketahanan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Sementara itu, Lektor Universitas Sumatera Utara sekaligus psikolog, Rika Eliana, membahas berbagai tantangan kesehatan jiwa generasi muda di era digital, termasuk tekanan akibat perkembangan teknologi, kecemasan sosial, serta pentingnya membangun ketahanan mental dan dukungan komunitas. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, berinteraksi di tengah masyarakat, serta menghadapi tantangan zaman. Penguatan relawan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga persatuan, meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat ketahanan bangsa, dan membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter, kritis, sehat secara mental, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

(Harianto Siahaan)

Berita Terkait

PT Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda
EGM Yusrizal Tegaskan Sinergi Ekosistem Pelabuhan Dibutuhkan Untuk Kelancaran Arus Barang dan Efisiensi
Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder
Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman
Maruli Siahaan Hadir Membawa Penghiburan Bagi Keluarga Almarhumah Alisati Simanjuntak
Dr. Maruli Siahaan Hadiri Pesta Pernikahan Ruth Ansella Thalita Hulu dan Alfredo Christianto Pinem
Dari Ambulans hingga Kursi Sekolah, KAI Sumut Perkuat Fasilitas Sosial dan Rumah Ibadah Warga Sekitar Jalur Rel
Kodaeral I dan BNCT Teken Kerja Sama Strategis, Perkuat Keamanan dan Layanan Kesehatan di Terminal Belawan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Rutan Tanjung Perkuat Pembinaan Kerohanian, Warga Binaan Ikuti Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Sabu 1 Kilo Gagal Beredar, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Babat Habis Pelaku Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Data Litmas terhadap 18 WBP yang Diusulkan Mendapatkan Pembebasan Bersyarat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:53 WIB

MotoGP Mandalika Usai, Polisi Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Lembar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Jelang Pelantikan Sekaligus Kunjungan Wamenag RI Romo Syafi’i, Fahmi Ummi Bersilaturahmi Dengan Wali Kota Tanjungbalai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Polres Batu Bara Gelar Pengajian dan Santuni 20 Anak Yatim dan Piatu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Polisi Sahabat Anak: 69 Siswa TK Taman Cahaya Kunjungi Sat Lantas Polres Pematangsiantar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Razia Gabungan PKB di Pematangsiantar, Puluhan Kendaraan Diteliti

Berita Terbaru