Dugaan Kejanggalan Tender Konsultansi Rehabilitasi Kantor Imigrasi Belawan TA 2026 Dipertanyakan Peserta

HARIANTO SIAHAAN

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:39 WIB

50116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Belawan, Sumatera Utara Baranewssumut.com

Proses tender Pengadaan Jasa Konsultansi Konstruksi Perencanaan Rehabilitasi Prasarana Perkantoran pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan setelah salah satu peserta lelang, PT. HARAWANA CONSULTANT, mempertanyakan hasil evaluasi yang menetapkan perusahaan lain sebagai pemenang. Perusahaan tersebut menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penilaian, terutama terkait hasil evaluasi teknis dan metodologi yang dinilai tidak sejalan dengan capaian nilai pada tahap prakualifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber internal perusahaan, PT. HARAWANA CONSULTANT memperoleh nilai prakualifikasi sebesar 95, sedangkan perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang, PT. AMSECON BERLIAN SEJAHTERA, memperoleh nilai 75. Selisih nilai yang mencapai 20 poin tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar penilaian yang digunakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan dalam menentukan hasil akhir tender.

Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku pihaknya kesulitan memahami mekanisme evaluasi yang diterapkan selama proses tender berlangsung. Menurutnya, apabila perusahaan dengan nilai prakualifikasi yang lebih tinggi justru tidak berhasil memenangkan tender, maka perlu dijelaskan secara terbuka bagaimana penilaian teknis dan metodologi dilakukan sehingga menghasilkan keputusan tersebut.

“Kami tidak mengerti bagaimana cara Pokja menilai aspek teknis maupun metodologi. Kalau melihat hasil akhirnya, seolah-olah metodologi yang kami susun tidak memiliki nilai sama sekali. Padahal saat prakualifikasi, nilai kami unggul cukup jauh dibanding perusahaan yang akhirnya ditetapkan sebagai pemenang,” ujar sumber tersebut kepada wartawan.

Selain mempertanyakan proses evaluasi, PT. HARAWANA CONSULTANT juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap tenaga ahli atau personel yang diajukan oleh perusahaan pemenang dalam dokumen penawaran. Menurut mereka, penting memastikan bahwa personel yang dicantumkan pada saat proses tender benar-benar merupakan tenaga yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan apabila kontrak telah berjalan.

Pihak perusahaan menduga terdapat potensi ketidaksesuaian antara personel yang diajukan saat proses evaluasi dengan personel yang nantinya akan diterjunkan di lapangan. Dugaan tersebut, menurut mereka, perlu diverifikasi oleh pihak berwenang sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tetap menjunjung prinsip transparansi, persaingan sehat, dan akuntabilitas.

Diketahui, paket pekerjaan Jasa Konsultansi Konstruksi Perencanaan Rehabilitasi Prasarana Perkantoran pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan memiliki nilai pagu anggaran sekitar Rp1,6 miliar. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana perkantoran guna mendukung pelayanan keimigrasian kepada masyarakat di wilayah Belawan dan sekitarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pokja Pengadaan maupun Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme penilaian teknis dan metodologi dalam proses tender tersebut. Demikian pula PT. AMSECON BERLIAN SEJAHTERA belum memberikan tanggapan atas berbagai dugaan yang disampaikan oleh peserta lelang lainnya. Masyarakat berharap seluruh proses pengadaan pemerintah dapat berlangsung secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila terdapat keberatan dari peserta maupun indikasi ketidaksesuaian dalam proses evaluasi atau penggunaan tenaga ahli, diharapkan pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar polemik tidak berkembang dan kepercayaan publik terhadap proses pengadaan tetap terjaga.

(Harianto Siahaan)

Berita Terkait

PT Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda
EGM Yusrizal Tegaskan Sinergi Ekosistem Pelabuhan Dibutuhkan Untuk Kelancaran Arus Barang dan Efisiensi
Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder
Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman
Maruli Siahaan Hadir Membawa Penghiburan Bagi Keluarga Almarhumah Alisati Simanjuntak
Dr. Maruli Siahaan Hadiri Pesta Pernikahan Ruth Ansella Thalita Hulu dan Alfredo Christianto Pinem
Dari Ambulans hingga Kursi Sekolah, KAI Sumut Perkuat Fasilitas Sosial dan Rumah Ibadah Warga Sekitar Jalur Rel
Kodaeral I dan BNCT Teken Kerja Sama Strategis, Perkuat Keamanan dan Layanan Kesehatan di Terminal Belawan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Rutan Tanjung Perkuat Pembinaan Kerohanian, Warga Binaan Ikuti Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Sabu 1 Kilo Gagal Beredar, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Babat Habis Pelaku Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Data Litmas terhadap 18 WBP yang Diusulkan Mendapatkan Pembebasan Bersyarat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:53 WIB

MotoGP Mandalika Usai, Polisi Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Lembar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Jelang Pelantikan Sekaligus Kunjungan Wamenag RI Romo Syafi’i, Fahmi Ummi Bersilaturahmi Dengan Wali Kota Tanjungbalai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Polres Batu Bara Gelar Pengajian dan Santuni 20 Anak Yatim dan Piatu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Polisi Sahabat Anak: 69 Siswa TK Taman Cahaya Kunjungi Sat Lantas Polres Pematangsiantar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Razia Gabungan PKB di Pematangsiantar, Puluhan Kendaraan Diteliti

Berita Terbaru