BaraNews.Com-Langkat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas III Langkat menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di lapangan upacara utama, Senin. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf pegawai, serta perwakilan warga binaan sebagai bentuk penghormatan terhadap pentingnya institusi keluarga dalam membentuk karakter bangsa.

Upacara dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Pemuda Kelas III Langkat selaku inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk kembali merefleksikan nilai-nilai luhur keluarga sebagai fondasi utama kehidupan.

Ia menyampaikan bahwa jarak dan keterbatasan yang dialami warga binaan tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap menjaga komunikasi dan keharmonisan dengan keluarga. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga sebagai pribadi yang lebih baik.
Peringatan Hari Keluarga Nasional juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian, dan keharmonisan di lingkungan Lapas. Bagi jajaran pegawai, momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada negara dengan keharmonisan rumah tangga.
Sementara itu, bagi warga binaan, peringatan ini diharapkan mampu menggugah kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam proses perubahan diri. Melalui refleksi tersebut, warga binaan didorong untuk semakin bertanggung jawab sebagai suami, istri, anak, maupun orang tua, sehingga memiliki semangat baru untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh haru. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta keutuhan keluarga yang senantiasa memberikan dukungan dan menanti kepulangan para warga binaan.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, Lapas Pemuda Kelas III Langkat kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan dan peningkatan keterampilan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan peran keluarga sebagai kunci utama keberhasilan proses reintegrasi sosial warga binaan, Terangnya.
(***)





























