DAIRI – Evakuasi sebuah mobil ambulan yang terjun ke dalam jurang di Jalan Lintas Medan-Kutacane, tepatnya di Desa Kutabuluh, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, berlangsung dengan penuh tantangan. Peristiwa ini mengakibatkan satu perawat meninggal dunia dan membuat sopir mobil dalam kondisi kritis.
Mobil jenis Innova Reeborn bernomor polisi BL 9043 B tersebut mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di daerah yang dikenal dengan medannya yang curam dan rawan kecelakaan. Kepala Seksi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengungkapkan evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat posisi mobil yang terperosok ke dasar jurang dan medan yang sulit dijangkau.
“Kami berhasil mengevakuasi ambulans yang sempat terjun ke jurang di Desa Kutabuluh, Kecamatan Tanah Pinem. Prosesnya cukup berat karena medan tebing yang curam membuat petugas harus ekstra hati-hati dalam melakukan evakuasi,” jelas Syahril, Selasa (16/6/2026).
Evakuasi menggunakan truk derek setelah petugas melakukan persiapan matang dan menerapkan prosedur yang presisi. Mobil akhirnya berhasil ditarik keluar dari jurang dengan keadaan rusak parah di bagian depan dan belakang. Saat ini, kendaraan ambulans tersebut diamankan di Mapolres Dairi sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan pihak RSUD Kabupaten Gayo Lues, sebagai pihak pemilik kendaraan dinas tersebut.
Kecelakaan ini menelan korban jiwa. Sri Jayanti (25), seorang perawat yang berada di dalam mobil ambulans, meninggal dunia akibat benturan keras dan posisi mobil yang jatuh ke jurang. Sementara sopir yang mengemudikan ambulans, Zupri Sahrizal, dilaporkan dalam kondisi kritis dan saat ini menjalani perawatan intensif.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, namun dugaan awal mengarah pada kondisi jalan yang licin dan rawan, serta kemungkinan kelalaian dalam mengendalikan kendaraan. Aparat juga mengimbau pengendara lain untuk tetap berhati-hati saat melintasi daerah tersebut agar tidak terjadi kecelakaan serupa.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama saat mengendarai kendaraan vital seperti ambulans yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya evakuasi yang berhasil menunjukkan kesigapan dan profesionalisme aparat kepolisian dalam menangani situasi darurat di medan sangat sulit.
Korban dan kondisi kendaraan kini menjadi fokus utama penanganan setelah evakuasi selesai, dengan harapan penyelidikan lanjutan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai penyebab dan langkah pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali. (*)





























