BaraNews.Com –Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung menggelar pembinaan keagamaan intensif bagi warga binaan pasca Ramadan 1447 Hijriah sebagai upaya memperkuat karakter dan meningkatkan keimanan. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari program pembinaan spiritual yang bertujuan menumbuhkan konsistensi warga binaan dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rabu (26/03/2026).

Pembinaan rutin Tahsin Al-Qur’an dilaksanakan di Masjid Al-Mustaqim Rutan Tanjung dengan dipandu oleh Tim Penyuluh Keagamaan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong. Tahsin Al-Qur’an merupakan metode untuk memperbaiki dan memperindah bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, makhrajul huruf, serta sifat huruf dengan meneladani bacaan Rasulullah SAW. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kualitas tilawah hingga mencapai tingkat tartil, mencakup pelafalan, panjang pendek (mad), serta waqaf dan ibtida’.

Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Tanjung berharap dapat mendorong perubahan positif yang signifikan bagi warga binaan. Pasca Ramadan juga dimaknai sebagai momentum evaluasi diri agar ibadah tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dijalankan.
Ustadzah Lisna dalam kesempatan tersebut mengajak warga binaan untuk tidak hanya menjalankan puasa secara fisik, tetapi juga secara spiritual. “Kami berharap teman-teman warga binaan tidak hanya berpuasa fisik, tapi juga jiwa, agar siap kembali sebagai individu yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama dalam pelaksanaan program pembinaan kerohanian di dalam rutan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat.
Salah satu warga binaan, Akmal, mengaku bersyukur dan semakin termotivasi mengikuti kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, saya jadi lebih semangat belajar membaca Al-Qur’an dengan benar. Semoga bisa terus istiqamah walau sedang menjalani hukuman,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah serta tausyiah agama sebagai sarana menambah wawasan keislaman. Program ini dirancang secara berkelanjutan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh pendidikan keagamaan, sekaligus sebagai bekal dalam mendukung proses reintegrasi sosial dan rehabilitasi holistik saat kembali ke masyarakat, Tandasnya.
(***)




























