BaraNews.Com –Tanjung Setelah resmi dibuka sehari sebelumnya oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung, Raimun Andika Gersang, kegiatan bimbingan teknis (bimtek) wirausaha bagi warga binaan kini memasuki hari pertama pelatihan. Kegiatan tersebut digelar di Aula G.G. Van Delft, Kamis (26/03/2026).

Pelatihan ini menghadirkan dua orang instruktur berpengalaman dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tabalong. Sebanyak 20 warga binaan mengikuti pelatihan pembuatan pentol bakso sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dibagi ke dalam empat kelompok, masing-masing terdiri dari lima orang. Pada hari pertama, materi difokuskan pada pengenalan bahan baku, takaran bumbu yang tepat, teknik pemotongan daging ayam, proses pengolahan, hingga cara menghasilkan produk pentol bakso yang berkualitas.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Warga binaan tampak aktif bertanya dan antusias mengikuti setiap tahapan proses yang diajarkan. Mereka juga langsung mempraktikkan pembuatan pentol mentah dengan pendampingan ketat dari instruktur guna menjaga standar rasa dan kualitas.
Kepala Rutan Tanjung, Raimun Andika Gersang, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan usaha mandiri sebagai bekal reintegrasi sosial setelah bebas nanti.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat, bahkan hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai program ini sebagai bukti nyata perhatian Rutan Tanjung dalam membina warga binaan melalui kegiatan positif.
“Saya sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Ilmu yang saya dapat ingin saya praktikkan dengan membuka usaha pentol bakso setelah bebas nanti,” ungkapnya penuh harap.
Kegiatan hari pertama berjalan lancar dan penuh semangat. Hasil produksi awal peserta turut dievaluasi sebagai bahan perbaikan pada sesi berikutnya.
Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama satu minggu ke depan dengan materi lanjutan, sehingga seluruh peserta diharapkan mampu menguasai teknik pembuatan frozen food secara optimal serta memiliki peluang usaha yang menjanjikan, Ungkapnya.
(***)




























