Kejati Sumut Tahan Kadis Kesehatan Provsu dr AMH dan Rekanan RMN Terkait Dugaan Korupsi APD Covid-19 Tahun 2020 Kerugian Negara Rp. 24 M

- Redaksi

Kamis, 14 Maret 2024 - 20:40 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara Penyelewengan dan Mark-Up Program Pengadaan Penyediaan Sarana, Prasarana Bahan dan Peralatan Pendukung  Covid-19 berupa Alat Pelindung Diri (APD) di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2020.

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, SH, MH didampingi Aspidsus Dr, Iwan Ginting, Kasi B Efan, Kasidik Arif Kadarman, SH,MH dan Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, SH,MH kedua tersangka adalah dr.AMH (selaku kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara/Pengguna Anggaran) dan RMN (pihak swasta/rekanan.

“Sebelumnya, Tim Pidsus Kejati Sumut sudah menemukan bukti permulaan yang cukup dan sejumlah pihak terkait telah dipanggil untuk dimintai keterangan sehingga kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” katanya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rangka efektivitas proses penyidikan, lanjut Kajati Sumut serta berdasarkan pertimbangan obyektif dan subyektif sebagaimana diatur dalam Pasal 21 KUHAP, terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan.

“Kedua tersangka ditahan di dua tempat berbeda yaitu Rutan Pancur Batu dan di Rutan Labuhan Deli. Penahanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan,” paparnya.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Sumut Hadiri Pemusnahan Arsip Fisik Substantif Keimigrasian pada Kanimsus Medan

Adapun kronologi perkaranya adalah pada tahun 2020, telah diadakan pengadaan APD (Alat Pelindung Diri) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 39.978.000.000 (Tiga Puluh Sembilan Milyar Sembilan Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah), salah satu rangkaian dalam proses pengadaan tersebut adalah penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mana dalam penyusunan RAB yang ditandatangani oleh tersangka dr. AMH diduga tidak disusun sesuai dengan ketentuan, sehingga nilai dalam RAB tersebut terjadi pemahalan harga/mark up yang cukup signifikan.

Kemudian, dalam pelaksanaannya RAB tersebut diduga diberikan kepada tersangka RMN (selaku pihak swasta/rekanan), sehingga RMN membuat penawaran harga yang tidak jauh berbeda dari RAB tersebut.

“Disamping itu, dalam pelaksanaan pengadaan tersebut diduga selain terjadi mark up, juga ada indikasi fiktif, tidak sesuai spesifikasi serta tidak memiliki izin edar atau rekomendasi dari BNPB, dan tidak dilaksanakannya ketentuan Perka LKPP Nomor 3 Tahun 2020 poin 5,” katanya.

Adapun jenis pengadaan yang dilakukan berupa baju APD, helm, sepatu boot, masker bedah, hand screen dan masker N95

Baca Juga :  PB HM IKLAB RAYA Lantik Pengurus Cabang HM IKLAB RAYA Kabupaten Labuhanbatu.

Lebih lanjut mantan Kajati Bali ini menyampaikan bahwa akibat perbuatan tersebut berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh tim audit forensik bersertifikat dari Universitas Tadulako telah terjadi kerugian negara sebesar Rp. 24.007.295.676,80 (Dua Puluh Empat Milyar Tujuh Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Lima Enam Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah Delapan Puluh Sen).

“Para tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan tersangka baru dalam perkara ini, Kajati Sumut Idianto menyampaikan bahwa Tim Penyidik telah melakukan koordinasi dengan PPATK untuk melakukan pelacakan kerugian negara mengalir ke siapa saja.

“Kita meminta kepada pihak-pihak yang menerima aliran dana dari tindak pidana dugaan korupsi ini agar segera mengembalikannya ke tim penyidik,” tandasnya.(Leodepari)

Berita Terkait

Ratusan Warga Pancurbatu Minta Keadilan ke Jokowi Di Depan Hotel JW Mariot Medan, Panglima TNI, KASAD Dan Pangdam 1/BB Diminta Memproses Kopral Mirwansah,Oknum TNI Pemilik Senpi.!
Open House Lebaran Kedua, Pj Gubernur Sumut Terima Kunjungan sejumlah Kepala Daerah
Plt. Bupati Labuhanbatu Laksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Bersama Warga di Masjid Raya Al Ikhlas Ujung Bandar Rantau Selatan
Tak Kunjung Di Tindak Lanjuti,Kuasa Hukum Godol Laporkan Oknum TNI-AD Kodam 1/BB ke Denpom I/5 Medan
Bupati Deli Serdang : PD MABMI Telah Berkontribusi Dalam Pembangunan Di Kabupaten Deli Serdang 
Rawat Persaudaraan Pasca Pemilu, Ketum KOMDAM Sumut Minta Stop Hoax
DPD SPRI SUMUT ” Serikat Pers Republik Indonesia’ Bersama Wartawan Media Pendamping News dan Metropos 24 Bagikan 200 Paket Sembako Kepada Warga Masyarakat Beserta Anak Yatim Piatu
Bupati Ajak Warga NU Terus Berjuang Dalam Membangun Umat Yang Kuat, Tangguh dan Toleran

Berita Terkait

Jumat, 5 April 2024 - 23:14 WIB

Lapas Tanjungbalai Sinergi Dengan APH Kota Tanjungbalai Lakukan Razia Gabungan di Kamar Hunian Wargabinaan

Jumat, 15 Maret 2024 - 02:20 WIB

Situasional Ramadhan, Gelorakan Zero Halinar Lapas Tanjungbalai Galakkan Penggeledahan

Kamis, 15 Februari 2024 - 20:40 WIB

Kapolres Tanjung Balai Didampingi Kalapas Monitor Pelaksanaan Pemilu di KPPS Khusus

Rabu, 14 Februari 2024 - 23:04 WIB

Lapas Tanjungbalai Sukseskan Pemilu 2024 Dengan Aman Dan Lancar

Selasa, 13 Februari 2024 - 02:58 WIB

Testimoni Kepuasan: Layanan Penerbitan SKHPN BNNK Tanjungbalai Menerima Apresiasi

Minggu, 21 Januari 2024 - 01:18 WIB

Dialog Kasi. Binadik Bersama Pengunjung, Marlon : Semua Gratis!

Senin, 25 Desember 2023 - 20:07 WIB

56 ORANG WARGABINAAN TERIMA REMISI KHUSUS NATAL, 1 ORANG LANGSUNG BEBAS

Rabu, 13 Desember 2023 - 02:11 WIB

Petugas Lapas Gagalkan Pelemparan Narkoba

Berita Terbaru