Kejagung Periksa Empat Saksi Kasus Korupsi Jalur Perkeretaapian Medan

- Redaksi

Jumat, 12 Januari 2024 - 08:55 WIB

50693 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa empat orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek Pembangunan jalur kereta api Besitang-Langsa pada Balai Teknik Perkeretaapian Medan periode 2017 sampai dengan 2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana menyatakan, keempat saksi yang diperiksa yakni, SS selaku Kasubag Rencana pada Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2015- 2017, dan HEP selaku Kasubag Program pada Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub periode 2016- 2020.

Kemudian, AH selaku Kepala Bagian Perencanaan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub periode 2016, dan DR selaku Kepala Bagian Perencanaan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub 2016.

Baca Juga :  KPK OTT 10 Pejabat Pemkab Labuanbatu, Termasuk Bupati Erik Adtrada

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” kata Sumedana dalam keteranganya, Rabu (10/1/2024).

Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Kuntadi menyatakan bahwa dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalur kereta api Besitang-Langsa pada Balai Teknik Perkeretaapian Medan periode 2017-2023 senilai Rp1,3 triliun.

Kuntadi mengatakan para pihak dalam kasus ini diduga merekayasa proyek dengan memecah nilai proyek menjadi beberapa proyek dengan nominal lebih kecil. Modus itu diduga dilakukan agar terhindar dari proses lelang.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara Tetapkan Tersangka Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMA NEGERI 1 Purbatua

“Adapun modus yang dilakukan adalah diduga para pihak telah merekayasa proyek dengan cara memecah nilai proyek menjadi beberapa nominal yang lebih kecil dengan tujuan untuk menghindari pelaksanaan lelang,” ujarnya.

Tak hanya itu, para pelaku juga diduga telah mengalihkan jalur kereta api di dalam kontrak untuk menguntungkan pribadi, sehingga akibat perbuatannya diduga telah merugikan keuangan negara. (IP)

Berita Terkait

KPK Sita Pabrik Kelapa Sawit Milik Tersangka Erik Adtrada Ritonga
Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Simalungun Tangkap Mantan Pangulu, Terlibat Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah
Kejari Medan Tahan AD, Oknum PNS RSUD Adam Malik
Kejati Sumut Tahan Kadis Kesehatan Sumut
KPK Tetapkan Empat Tersangka Usai OTT di Labuhanbatu
OTT KPK di Labuhan Batu, Amankan Sejumlah Pejabat Termasuk Bupati
KPK OTT 10 Pejabat Pemkab Labuanbatu, Termasuk Bupati Erik Adtrada
KPK OTT 10 Pejabat Pemkab Labuanbatu, Termasuk Bupati Erik Adtrada

Berita Terkait

Sabtu, 1 Juni 2024 - 00:40 WIB

Kurangnya Pengawasan Dalam Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang Dari Hasil Korupsi

Sabtu, 30 September 2023 - 01:08 WIB

Memandang Hakim Mahkamah Konstitusi yang Baru : Dilema Antara Politik Dan Integritas

Berita Terbaru