Perang Di Palestina Untuk Mempertahankan Kesucian Masjidil Al Aqsa *21 Ribu Rakyat Sipil Terbunuh,105 Jurnalis

- Redaksi

Kamis, 28 Desember 2023 - 22:12 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN- Bara News

Ketua Forum Ulama Palestina Diaspora ASEAN Dr Ahed Abu Al Atta menegaskan, peperangan yang terjadi di Palestina  sejak 7 Oktober 2023 lalu yang telah menewaskan sedikitnya 21 ribu rakyat sipil Palestina adalah untuk menjaga kesucian Masjid Al Aqsa. Tentara Zionis Israel punya strategi untuk kuasai Masjid Aqsa.

“Para mujahid mendapatkan informasi bahwa orang Yahudi Israel ingin menguasai Masjid Al Aqsa dan menjadikannya menjadi beberapa bagian sehingga mereka punya strategi menguasai Masjid Al Aqsa. Para mujahid terus menggagalkan penguasaan Masjid Al Aqsa oleh tentara pendudukan Israel. Para mujahid selamanya akan menjaga kesucian Masjid Al Aqsa,” ujar Dr Ahed di depan sejumlah tokoh Agama Islam, tokoh Ormas, aktivis, Akademisi Islam pendukung Palestina di kediaman Ketua Panitia Aksi Kemanusiaan Sumut For Palestine Afan Lubis di Jl. STM Medan Johor, Senin (25/12/2023).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Ketua MUI Kota Medan Dr Hasan Matsum, M.Ag Ketua GNPF Ulama Sumut Drs H Aidan Nazwir Panggabean, Ansyari Usman wartawan senior dan para aktivis Islam.

Dr Ahed menjelaskan, kondisi  terkini di Jalur Ghaza, akibat dari peperangan tersebut, 7000 warga sipil Palestina ditawan oleh tentara Zionis Israel, bahkan 105 jurnalis tewas terbunuh. Mereka mendapat siksaan yang sangat keji, bahkan Pemerintah Israel ingin membuat Undang- Undang agar semua tawanan Palestina tersebut dibunuh semuanya.
“Penjajah Israel melarang kaum ibu dan anak untuk mengunjungi kamp tawanan perang. Para tawanan juga dilarang makan dan minum,” tutur Dr Ahed, didampingi penterjemah Ustadz  Fahmi Salim, LC, MA Founder Al Fahmi Institut.

Baca Juga :  Aris Merdeka Sirait : Kasus Siswi di Percut Sumut Bentuk Kekerasan Kepada Anak Harus di Pidana

Selain itu, ujar Dr Ahed, blokade yang telah dilakukan oleh penjajah Israel selama 16 tahun membuat rakyat Ghaza yang berpenduduk 2,3 juta mengalami penderitaan yang sangat luar biasa.

“Para mujahidin ingin segera menyelesaikan masalah ini dan kembali hidup normal dan hidup mulia di Ghaza,” tutur Dr Ahed.
Beliau menambahkan, apa yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel adalah untuk membunuh rakyat sipil Palestina. Mereka membunuh rakyat sipil, kaum perempuan dan anak-anak.
“Sampai hari ini sudah 21 ribu orang yang mati syahid. Kebanyakan korban di Ghaza adalah kaum perempuan dan anak-anak. Ini adalah tindakan genosida terbesar di muka bumi. Penjajah Zionis Israel membunuh siapa saja yang ada di dalam rumah dan di dalam rumah sakit. Hampir semua rumah sakit dihancurkan termasuk Rumah Sakit Indonesia sehingga tidak satupun rumah sakit di Ghaza yang bisa melakukan tindakan medis. Sekarang ada 5000 orang yang terluka yang harus dibawa keluar dari Ghaza,” jelas Dr Ahed.
Ahed menceritakan, sampai sekarang ini rumah-rumah yang dibom oleh penjajah Israel mencapai  50 persen. Bahkan, saking banyaknya korban jiwa, mayat-mayat banyak berada di pinggir jalan karena tidak bisa dievakuasi atau dikuburkan.
“Penjajah Israel sengaja membiarkan mayat-mayat tersebut supaya dimakan oleh binatang Anjing atau Kucing,” tutur Ahed.

Ahed menyebutkan bahwa penjajah Israel telah membuat lubang besar untuk warga sipil yang dikubur hidup-hidup, membunuh laki-laki di depan istri dan anak-anaknya sehingga ini merupakan kejahatan yang sangat sadis dan luar biasa yang dilakukan oleh para tentara Israel.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Dhody Thahir Nilai Pengunjukrasa Salah Sasaran

“Apa yang telah dilakukan oleh tentara Israel terhadap rakyat sipil Palestina membuktikan  lemahnya Israel menghadapi pejuang-pejuang Palestina. Perang ini juga membuktikan bahwa tentara Israel  terlemah di muka bumi. Kita melihat Israel hanya untuk melindungi diri mereka sendiri. Mereka tidak mampu melawan mujahid Palestina yang memiliki iman yang kuat. Jika Israel tanpa ada dukungan dari Amerika Serikat dan sekutunya maka sangat mudah bagi mujahid untuk menghancurkan mereka,” tutur Ahed seraya menegaskan bahwa para mujahid Palestina bukanlah teroris, riil teroris yaitu Zionis-Israel.

Oleh sebab itu, aksi-aksi demonstrasi mendukung Palestina yang dilakukan di berbagai negara di belahan dunia ini sangat berguna dalam  mendukung perjuangan Rakyat Palestina. Tekanan diplomatik dan tekanan massa, tekanan ekonomi, dan tekanan politik sangat  perlu. Tetapi Israel hanya mengerti bahasa militer.

“Begitu juga yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia. Dukungan dari Rakyat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat penting bagi kami. Harus ada dukungan politik bagi Palestina. Kami mengucapkan terimakasih atas donasi Rp 1,6 miliar dari Aksi Sumut For Palestine,” ujar Ahed.

Rakyat Ghaza  mengalami kesulitan serius dalam hal ketersediaan makanan dan air bersih. Bantuan yang bisa masuk saat ini hanya sedikit saja.
“Rakyat Ghaza yang berjumlah 2.3 juta jiwa memerlukan makanan sebanyak 600 truk setiap hari. Tapi yang bisa masuk hanya sekitar 10% saja,” jelasnya.(Red/Mirza).

Berita Terkait

Sekda Deli Serdang Hadiri Rapat Hasil Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Deli Serdang Pemilu 2024
Bupati Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025
Caleg DPRD Kabupaten Labuhanbatu Josman Sinaga Peroleh Suara Tertinggi di Dapil 3.
Diduga Sempat Ditolak, Akhirnya Laporan Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat Rumah Diterima Polsek Pancur Batu
Oknum Ketua OKP Pelaku Pengancaman Ditangkap, Korban Ucapkan Terimakasih Kepada Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Sunggal
Gubsu Hadiri Panen Padi di Tanjung Morawa, Bupati: Deli Serdang Lumbung Pangan Sumatera Utara
Apresiasi Keberhasilan Pemkab Labuhanbatu, Ini Penyampaian Kepala Bapenda Sumut:
Caleg Ditipu Kades Marindal II, Sekda DS:: Kita Tindak Tegas

Berita Terkait

Minggu, 3 Maret 2024 - 19:10 WIB

Santer, Terima Uang Ratusan Juta Dari Caleg DPR RI Untuk Mendulang Suara, Ketua PPK Bilah Hilir Sebut Kerjasama Dengan Kades dan Mantan Kades.

Minggu, 3 Maret 2024 - 15:42 WIB

Plt. Bupati Kabupaten Labuhanbatu Hadiri Kegiatan CFD, Jelang Bulan Ramadhan Tingkatkan Kualitas Berolahraga.

Jumat, 1 Maret 2024 - 17:16 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten

Jumat, 1 Maret 2024 - 16:14 WIB

Pihak SMAN 1 Panai Hilir Bersama Orang Tua Siswi Bermaaf-maafan Hanya Karena Miskomunikasi

Senin, 19 Februari 2024 - 22:32 WIB

Sinergitas TNI-POLRI Dalam Pengamanan Pleno Rekapitulasi di Tingkat PPK di Wilayah Hukum Polsek Bilah Hilir.

Senin, 19 Februari 2024 - 21:10 WIB

Pastikan Rapat Pleno Berjalan Aman dan Lancar, Plt. Bupati Labuhanbatu Tinjau Langsung Rapat Pleno Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

Senin, 19 Februari 2024 - 18:11 WIB

Hari Kesaktian Kesadaran Nasional, Pidato Bupati Labuhanbatu Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:37 WIB

Camat Bilah Hilir Didampingi Forkopincam Memonitoring Langsung Proses Penyaluran Logistik Pemilu Serentak 2024

Berita Terbaru

DELI SERDANG

PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara

Senin, 4 Mar 2024 - 00:18 WIB